Iklan

Menyerah Untuk Hal Lebih Baik



Tidak selamanya menyerah itu merupakan hal bodoh,  tetapi terkadang kita harus menyerah dalam melihat sesuatu, ketika dalam suatu waktu, kamu dihadapkan pada kegagalan dalam usahamu, jangan pernah berpikir untuk terus berjalan sesuai nafsumu. Itu hanya akan memperburuk semua kerja kerasmu, membuang-buang waktu, dan menyia-nyiakan tenagamu. Jadilah orang yang tahu kapan kamu harus berhenti, istirahat, dan terus berjalan.

Berikut beberapa moment yang bermanfaat setelah menyerah, menyerah dalam arti disini bukan kalah,

Dengan momen ini, kamu bisa mengevaluasi dan mengintrospeksi diri. Memetakan letak kesalahanmu selama ini

Dengan kamu melangkahkan kakimu setapak ke belakang dan Pada saat inilah kesabaran dan kerendahdirianmu harus ditempa kembali. Sudah saatnya kamu mengevaluasi dan introspeksi diri; apakah ada yang salah dengan langkah yang telah kamu ambil?

Setiap kegiatan atau usaha yang telah kamu lakukan sebelumnya, pasti selalu membutuhkan evaluasi. Apakah yang kamu lakukan waktu lalu kurang tepat, merugikan orang lain, atau malah bikin dirimu tak berkembang? Padahal, evaluasi dan introspeksi diri itu akan membantumu semakin berkembang di kemudian hari.

Momen untuk mematangkan langkah kembali dan mengatur ulang strategi

Dengan beristirahat sejenak dari pengejaran cita-citamu, satu langkah ke belakang bisa memberimu kesempatan untuk menyimpulkan bagaimana langkah yang akan kamu layangkan di kemudian hari. Mungkin ini bisa dibilang sebuah tindakan menyerah, tapi ini tidak salah kok. Sebuah bendera putih yang kamu layangkan tak selalu akan membawamu pada kekalahan. Justru, momen ini harus kamu jadikan sebuah batu loncatan. Sebab kamu bisa mematangkan kembali langkahmu dan mengatur ulang strategi yang akan kamu pakai untuk mengejar cita-citamu. Bukankah segala sesuatu membutuhkan strategi yang matang untuk memenangkan ‘pertandingan’?

Momen untuk mengganti sasaran tembakmu, kita harus tau kapan harus berhenti dan berbelok menentukan sasaran baru 

Setelah kamu mengevaluasi dan introspeksi diri, dan mungkin ada yang keliru dengan langkahmu, kamu bisa menentukan ke mana kakimu harus melangkah. Kalaupun langkahmu itu merupakan sebuah kesalahan, kamu bisa mengganti sasaranmu saat itu juga. Jangan paksakan untuk terus melangkah ketika kamu tahu jalan yang kamu pilih itu tidak sesuai dengan tujuanmu atau sasaranmu. Inilah waktu yang tepat untuk berubah haluan. Kamu adalah supir bagi dirimu sendiri, bukan? Jadilah kamu yang menentukan ke mana dirimu akan kamu setir.

Karena tak pernah menyerah merupakan sebuah keangkuhan bagi manusia manapun. Merasa selalu bisa?

Ya, tidak ada yang salah dengan kata menyerah. Setiap orang pasti (harus) pernah melakukan hal itu. Sebab mereka tahu, jalan yang mereka pilih itu tidak tepat atau salah. Kalau kamu sudah tahu bahwa jalan itu salah dan kamu terus melangkah, merugilah kamu di kemudian hari. Karena tak pernah menyerah merupakan sebuah keangkuhan. Jangan pernah selalu merasa bisa, jadilah orang yang selalu bisa merasa.



0 Response to "Menyerah Untuk Hal Lebih Baik"